PRAJURIT TNI AD HARUS BAIK-BAIK DENGAN RAKYAT

YKAPOTA : Berkali-kali telah diamanatkan ke seluruh prajurit TNI AD bahwa hanya 1 (satu) yang ada dalam benak kita sebagai seorang prajurit yaitu “Berpikir dan berbuat bagaimana agar NKRI tidak pecah”. Keberadaan dan keutuhan NKRI yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, berdasar pada Pancasila dan UUD 1945 serta berbendera “Sang Merah Putih” dan berlambang “Burung Garuda” sudah menjadi sikap dan tekad TNI AD, para pendahulu kita dan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap mempertahankannya sampai akhir zaman.

Untuk dapat mempertahankan kedaulatan NKRI, menjaga keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa Indonesia, kita harus berjuang, bersatu padu, bahu membahu bersama rakyat serta bergotong royong dalam membangun negara dan bangsa Indonesia. Kondisi demikian inilah yang kita kenal dengan istilah “Kemanunggalan TNI-Rakyat” dimana selama ini kita yakini merupakan kekuatan TNI. Maka dapat dikatakan bahwa “Kekuatan atau Roh TNI AD” adalah “Kemanunggalannya dengan rakyat”, tanpa dukungan rakyat maka keberadaan TNI AD tidak berarti apa-apa.

Dengan demikian “Kemanunggalan TNI-Rakyat” pada hakikatnya adalah kondisi kejiwaan di mana rakyat telah bersama, senasib seperjuangan dengan TNI rela berkorban dalam membela, menegakkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Untuk mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat ini, pertama-tama kita harus dapat merebut simpati rakyat, mampu merebut hati dan pikiran rakyat, sehingga mampu mewujudkan kecintaan rakyat kepada TNI.

Agar rakyat bersimpati dan mencintai kita, maka kita harus “Baik-baik dengan Rakyat” artinya kita harus dapat melindungi, mengayomi, membela rakyat dari segala ancaman, sebaliknya jangan sampai kita menyakiti hati rakyat dengan perbuatan-perbuatan yang tercela, baik itu berupa pelanggaran hukum, peraturan maupun etika keprajuritan. Perilaku “Baik-baik dengan rakyat” harus dilakukan dengan tulus, bukan basa basi. Oleh karena itu pemantapan jati diri prajurit terutama menyangkut ketaqwaan, kejujuran, kebenaran dan keadilan merupakan modal pokok dalam mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat. Setiap prajurit TNI dalam sikap dan perilaku selalu berpedoman kepada “Delapan wajib TNI”.

Semua kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat guna mendukung keberhasilan tugas pokok “Pembinaan Teritorial atau Binter”. Dengan demikian “Pembinaan Teritorial” pada hakikatnya adalah kegiatan “Baik-baik dengan Rakyat”. Oleh karena itu setiap Prajurit TNI AD agar berhasil dalam melaksanakan tugas pokoknya harus melaksanakan Binter yang inti sarinya adalah prajurit harus bersikap dan berperilaku “baik-baik dengan rakyat”

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan petunjuk dan menyertai kita dalam mengabdi kepada Negara dan Bangsa Indonesia yang sangat kita cintai ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s